Frasa Riziq minallah yang perlu kita tanamkan di qolbu

 

Riziq minallah


rizq minallah


Admin ingin share pengalaman ketika sedang berbelanja di pasar, tulisan ini terinspirasi dari banyaknya jumlah pedagang yang ada dan berjualan di pasar, dan juga sari frasa Riziq minallah.

Entah itu di dalam sebuah lingkungan pasar, maupun di luar lingkungan pasar. Pedagang-pedagang itu ada dalam setiap sudut pasar.

Pasar yang di penulis maksud ialah Pasar Tradisional..

Riziq minallah

Menurut Kamus besar bahasa Indonesia yang berhasil dihimpun oleh admin, definisi dari Pasar ialah tempat orang berjual beli, pekan. Dan definisi Tradisional ialah menurut tradisi atau adat.

Jadi PASAR TRADISIONAL bisa diartikan menjadi tempat orang berjual beli yang memiliki adat tertentu

Pasar tradisional mempunyai peranan penting dalam perekonomian suatu wilayah ataupun daerah.

Balik ke Topik Riziq minallah,begitu banyaknya penjual di pasar bagaimana mungkin bisa ada pembeli di setiap toko-toko yang berjualan tersebut. Semua itu adalah Riziq Minallah. Allah sudah mengatur rizki mereka yang berjualan di daerah pasar tersebut dengan seadil-adilnya.

 

Surat Hud ayat 6

“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

 

Ketika kita bangun pagi dengan keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun itu semua juga riziq minallah… rizki yang diberikan kepada kita, yang patut kita syukuri.

Bernafas, kesempurnaan anggota tubuh juga rizki dari Allah..

 

Surat Ar rum ayat 40

 "Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.”

 

Mempunyai keluarga yang lengkap, anak-anak yang sehat semua kebutuhan tercukupi semua itu adalah riziq minallah. Banyak disana yang mungkin dari keluarga yang tidak utuh, atau belum memiliki buah hati. Kita yang memiliki itu semua patutnya bersyukur telah diberikan semua itu oleh Allah azza wa jalla.


Surat Al Isra ayat 3

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Subscribe Our Newsletter