Menguap Berasal dari Setan ?

 


Menguap biasanya disebabkan oleh beberapa sebabl, Capek, demam, stres, obat-obatan dan alasan sosial dan psikologis. Kita tentu pernah membaca atau pernah mendengar hadist tentang menguap, yang berbunyi :


التَّثَاؤُبُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ الشَّيْطَانُ


yang artinya : Artinya: “Menguap itu dari setan. Maka bila seorang dari kalian menguap hendaklah sedapat mungkin ditahannya karena bila seseorang dari kalian menguap dengan mengeluarkan suara haa, setan akan tertawa.” (Imam Bukhari, al-Jâmiʽ al-Saḥîḥ, [Beirut: Dâr Tûq an-Najah, 1422 H), j. 4, h. 125.)


Nah..apa benar menguap itu datangnya dari setan?


Kita tentu saja harus bisa memahami sebuah hadits bukan hanya dari terjemahannya saja, jika kita hanya mengacu pada terjemahan hadits tersebut pasti kita berpikir bahwasannya menguap itu datangnya dari setan. Ini seperti kurang sesuai dengan logika.Apamungkin mahluk tersebut melakukan  apa saja kepada diri kita, dalam hal ini menguap.


Jika kita melihat para Sahabat Rasulullah tidak demekian, Beliau-beliau  tidak lantas langsung memahaminya hanya secara Zahirnya. Apalagi jika Hadits tersebut bertentangan dengan akal.


Mengutip Al-mubarakfuri dalam  Tuhfatul ahwadzi nya, Imam an-Nawawi Dawuh bahwa maksud dari menguap berasal dari setan tersebut bukan lantas setan yang membuat kita menguap, Menurut beliau yang di maksudkan dalam Hadits tersebut adalah Rasulullah memperingatkan kepada Umatnya untuk menjauhi hal yang bisa membuat kita menguap.


Hal-hal yang menyebabkan kita menguap antaralain terlal ubanyak makan. Mengapa terlalu banyak makan? Jika kita terlalu banyak makan tubuh akan terasa berat,malas,


Imam an-Nawawi berpendapat bahwa arti menguap di Hadits tersebut merujuk pada Setan karena menguap dapat mengakibatkan kita mengikuti syahwat kita. Tentunya jika kita menguap tanpa adab yang benar akan menjadi keburukan pada kita, bakteri-bakteri ataupun udara, serangga bisa saja masuk pada mulut kita.


Syekh Badruddin al-Aini berpendapat, jika ada suatu hadits yang menyebutkan suatu perkara yang disandarkan kepada setan, maka sesuatu tersebut sangat dibenci Rasul.


وإنما جعله من الشيطان كراهة له لأنه إنما يكون مع ثقل البدن وامتلائه وميله إلى الكسل والنوم، وأضافه إلى الشيطان لأنه هو الذي يدعو إلى إعطاء النفس شهواتها


Artinya, “Ketika hal tersebut (menguap) dijadikan bagian dari setan, maka itu adalah bentuk bencinya Rasul terhadap hal itu.  Karena menguap selalu bersamaan dengan beratnya badan dan penuhnya badan (penuhnya perut karena makanan) serta menjadikan tubuh malas dan tidur. Dan Rasul menyandarkan menguap  kepada setan dikarenakan dapat membuat  kita bersyahwat (tidur dan malas-malasan).”

 

Wallahu a’lam bishawab

Related Posts

Subscribe Our Newsletter